Ia mengatakan bantuan diberikan sesuai kemampuan pribadi, dengan harapan dapat meringankan beban warga.
“Saya melihat warga di sekitar ini memang membutuhkan air,” kata Abner.

Ia juga berharap kepedulian sederhana tersebut dapat menggerakkan lebih banyak orang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan ada lagi orang baik yang datang untuk memberikan bantuan kepada mereka,” ujarnya.
Bagi warga Naimata, air yang kini mengalir lebih dekat ke rumah membawa arti sederhana: mereka tidak lagi harus selalu membeli air.
Di balik tandon dan pipa tersebut, tersimpan harapan agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan lebih mudah.
Bagi Maria, bantuan itu menghadirkan sedikit kelegaan di tengah musim panas yang membuat air semakin sulit didapatkan.
Kini, air bukan lagi sesuatu yang harus selalu mereka cari jauh-jauh. Air itu telah datang lebih dekat, bahkan sampai ke depan rumah.










