Cerita tentang kesulitan air juga disampaikan Juanri Ilalain, warga Naimata.
Ia mengatakan, warga sebelumnya mengandalkan beberapa sumber air yang ketersediaannya tidak selalu mencukupi.
“Kalau musim panas, air sedikit,” kata Juanri.
Menurut Juanri, kondisi tersebut membuat warga harus menyiapkan air lebih awal untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kehadiran jaringan air dari sumur bor membuat warga merasa lebih terbantu, terutama ketika musim kemarau.
“Ini sangat membantu. Terima kasih pak Babin sudah membantu masyarakat,” ujar Juanri.
Tokoh masyarakat Naimata, Yosef Sanam, mengatakan persoalan air bersih memang masih dirasakan masyarakat di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, sumur bor sudah tersedia sejak 2023, tetapi pemanfaatannya sempat terkendala jaringan penyambungan menuju rumah warga.
“Memang kami kekurangan air bersih. Sumur bor sudah tersedia, tetapi kami terkendala penyambungan,” kata Yosef.

Menurut Yosef, penyambungan ke sejumlah rumah baru dilakukan sekitar satu bulan terakhir.
Ia berharap jaringan tersebut dapat terus diperluas agar warga yang belum memiliki akses air bersih juga dapat merasakan manfaatnya.










