Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pernyataan PLT WGM Versi RALB “Bakar Saja Kantornya!” Picu Amarah Anggota, Pelayanan Kopdit Swasti Sari Kembali Lumpuh

Avatar photo
×

Pernyataan PLT WGM Versi RALB “Bakar Saja Kantornya!” Picu Amarah Anggota, Pelayanan Kopdit Swasti Sari Kembali Lumpuh

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

Anggota tersebut juga mempertanyakan respons pihak yang diduga mengeluarkan pernyataan kontroversial itu. Mereka menginginkan solusi konkret, bukan ucapan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Perdebatan dilaporkan terjadi di ruang pelayanan. Situasi pun menegang ketika anggota mendesak kejelasan mengenai operasional koperasi dan akses terhadap simpanan mereka.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Identitas lengkap pihak yang diduga melontarkan pernyataan tersebut serta konteks utuh ucapannya masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Pelayanan Kembali Terganggu

Ketegangan inibterjadi di tengah polemik kepengurusan KSP Kopdit Swasti Sari yang turut berdampak terhadap pelayanan anggota.

Baca Juga :  Audit ISO 37001, Karolus Karni Lando: Angkasa Pura Support Kupang Buka Peluang Kerja, Bangun Profesionalisme Putra-Putri NTT

Sehari sebelumnya, Senin (12/10/2026), General Manager Imelda Anin, S.AB, bersama jajaran manajemen dilaporkan kembali berkantor dan berupaya memulihkan pelayanan.

Manajemen disebut telah mencairkan dana operasional untuk memenuhi kebutuhan pelayanan anggota setelah sebelumnya mengalami hambatan selama sekitar dua minggu.

Namun, pada Selasa pagi, Imelda Anin dan jajaran manajemen yang disebut sebagai manajemen definitif dilaporkan kembali mengalami pengusiran oleh pihak yang dikaitkan dengan RALB.

Setelah kejadian tersebut, pelayanan transaksi dan penarikan dana di KCU kembali dilaporkan terhenti. Kondisi ini menambah keresahan anggota yang membutuhkan layanan keuangan.

Baca Juga :  YASPORA NTT Salurkan Bantuan Bahan Bacaan Bermutu untuk SD Negeri Nunbaun Sabu

Anggota Desak Imelda Anin Kembali Berkantor

Sejumlah anggota menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan versi RALB. Mereka meminta aparat keamanan dan pihak berwenang menjaga situasi tetap kondusif.