Anggota tersebut juga mempertanyakan respons pihak yang diduga mengeluarkan pernyataan kontroversial itu. Mereka menginginkan solusi konkret, bukan ucapan yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Perdebatan dilaporkan terjadi di ruang pelayanan. Situasi pun menegang ketika anggota mendesak kejelasan mengenai operasional koperasi dan akses terhadap simpanan mereka.
Identitas lengkap pihak yang diduga melontarkan pernyataan tersebut serta konteks utuh ucapannya masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Pelayanan Kembali Terganggu
Ketegangan inibterjadi di tengah polemik kepengurusan KSP Kopdit Swasti Sari yang turut berdampak terhadap pelayanan anggota.
Sehari sebelumnya, Senin (12/10/2026), General Manager Imelda Anin, S.AB, bersama jajaran manajemen dilaporkan kembali berkantor dan berupaya memulihkan pelayanan.
Manajemen disebut telah mencairkan dana operasional untuk memenuhi kebutuhan pelayanan anggota setelah sebelumnya mengalami hambatan selama sekitar dua minggu.
Namun, pada Selasa pagi, Imelda Anin dan jajaran manajemen yang disebut sebagai manajemen definitif dilaporkan kembali mengalami pengusiran oleh pihak yang dikaitkan dengan RALB.
Setelah kejadian tersebut, pelayanan transaksi dan penarikan dana di KCU kembali dilaporkan terhenti. Kondisi ini menambah keresahan anggota yang membutuhkan layanan keuangan.
Anggota Desak Imelda Anin Kembali Berkantor
Sejumlah anggota menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan versi RALB. Mereka meminta aparat keamanan dan pihak berwenang menjaga situasi tetap kondusif.










