
Ia juga menyoroti lamanya proyek ini tertunda.
“Sudah tiga gubernur, dua presiden, dan enam direktur PLN berganti, tetapi proyek ini belum berjalan. Ini berarti yang dibutuhkan sekarang adalah keputusan,” tegasnya.
Perwakilan Tidal Bridge NTT, Andre Kore, mengatakan bahwa proyek ini sebenarnya sudah siap dikerjakan.
“Dari sisi teknis, ekonomi, dan lingkungan, semua sudah siap. Tinggal pelaksanaan di lapangan,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa proyek ini aman dan tidak akan merusak lingkungan laut maupun kehidupan masyarakat. Namun, ia belum bisa memastikan kapan proyek ini akan mulai dikerjakan.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia di Belanda (ASPINA), Latif Gau, yang juga sejak awal terlibat dalam proyek ini mengatakan bahwa saat ini ada strategi baru untuk mempercepat proyek.
“Kami menggandeng Pertamina kali ini, bersama dengan PLN,” ujarnya.

Ia berharap, dengan kerja sama ini, proyek yang sudah lama direncanakan bisa segera dikerjakan.










