Dalam kapasitasnya sebagai Ketua TP PKK Provinsi NTT sekaligus Bunda Literasi NTT dan mengemban sejumlah peran lainnya, Asti ingin menunjukkan bahwa kepedulian kepada anak tidak boleh berhenti pada ruang-ruang formal.
Anak-anak yang sedang menjalani pembinaan justru membutuhkan dukungan moral agar mereka tetap memiliki harapan.
Kehadiran rombongan menjadi simbol bahwa masih ada orang-orang yang bersedia mendengar, menyapa dan memberikan semangat.
Bagi Asti, mereka bukan sekadar penghuni sebuah lembaga pembinaan. Mereka adalah anak-anak muda yang masih memiliki perjalanan panjang.
Di usia 15 sampai 17 tahun, masih terbuka begitu banyak kemungkinan untuk mengubah kehidupan.
Karena itu, kata-kata motivasi dan penguatan yang diberikan bukan sekadar formalitas. Pesan yang ingin ditanamkan adalah bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk bangkit.
Literasi Sebagai Bekal Menatap Masa Depan
Sebagai Bunda Literasi NTT, Asti juga memberikan perhatian pada pentingnya membangun semangat belajar.
Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Lebih jauh, literasi menjadi bekal bagi seseorang untuk memahami kehidupan, mengambil keputusan, melihat peluang dan membangun masa depan.












