KUPANG | BuletinNTT.com — Sekitar 40 persen satuan pendidikan SMA di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berada dalam kategori rendah pada aspek literasi membaca dan numerasi berdasarkan data Rapor Pendidikan tahun 2025.
Kondisi ini dinilai menjadi perhatian serius karena kemampuan literasi dan numerasi merupakan fondasi penting bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai bentuk asesmen, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dra. Yosefina Mai, M.Pd, mengatakan data Rapor Pendidikan 2026 belum dirilis secara resmi.
Namun, berdasarkan data 2025, sekitar 40 persen dari lebih dari 600 SMA di NTT masih membutuhkan perhatian dalam literasi dan numerasi.
Secara rinci datanya paling rendah 24,15%, kategori kurang sebesar 26,23% kategori sedang 33,81% dan hanya 15,81 % yang masuk kategori baik.
“Kurang lebih sekitar 40 persen yang masih dianggap rendah,” ujar Yosefina, Kamis (13/8/2026).

Kabid SMA – PKLK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTT
Menurut Yosefina, persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kemampuan peserta didik.












