Sementara penyewaan 20 unit kendaraan untuk mobilitas 600 wisatawan diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Belum termasuk belanja wisatawan di sentra UMKM, produk tenun, kuliner, hingga kerajinan tangan di setiap titik kunjungan.
Harapan pada Pemerintah
Yohanes berharap momentum kedatangan kapal pesiar ini benar-benar dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai ajang promosi pariwisata NTT.
Ia menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju Baun yang dinilai masih menjadi kendala.
“Kalau 600 orang ini kembali ke negaranya dengan cerita indah tentang Kupang dan NTT, maka kapal-kapal lain akan datang. Bahkan bulan April dan Mei kami sudah terjadwal menerima kapal berbeda dengan jumlah penumpang dan asal negara yang beragam,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah daerah, termasuk gubernur, dapat hadir langsung menyambut tamu sebagai simbol keseriusan dan penghormatan sebagai tuan rumah.
Kedatangan MS Riviera diharapkan menjadi pintu masuk promosi wisata NTT di kancah internasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.












