Menutup analisisnya, Alfred menegaskan bahwa penambahan kuota saja tidak cukup untuk menyelesaikan kelangkaan BBM.
Kebocoran distribusi, lemahnya pengawasan, minimnya transparansi, dan penegakan hukum yang tidak efektif juga harus menjadi perhatian serius.
Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!
Menurutnya, solusi berkelanjutan membutuhkan keseimbangan antara jaminan pasokan, distribusi yang tepat sasaran, pengawasan yang konsisten, serta kebijakan yang adil bagi masyarakat.
Dengan langkah tersebut, ketersediaan BBM diharapkan lebih terjamin dan masyarakat tidak terus-menerus menghadapi antrean panjang maupun kesulitan memperoleh bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.












