Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

FPA: Ada Apa Ngotot Jadi Ketua Pengurus? Eks Pengawas Sebut YSH Minta Penghargaan 0,1 Persen dari Total Aset Swasti Sari

Avatar photo
×

FPA: Ada Apa Ngotot Jadi Ketua Pengurus? Eks Pengawas Sebut YSH Minta Penghargaan 0,1 Persen dari Total Aset Swasti Sari

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com — Polemik internal KSP Kopdit Swasti Sari terus memanas pasca pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 dan pelantikan pengurus serta pengawas koperasi.

Anggota Forum Peduli Anggota (FPA) Kopdit Swasti Sari, Edmundus Talul, mengkritik sikap Yohanes Sason Helan (YSH) bersikukuh menjadi Ketua Pengurus.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Mundus, mempertanyakan ada apa dibalik sikap YSH yang ingin kembali menduduki posisi strategis di koperasi, apakah ada kaitan dengan upaya melindungi diri dari berbagai persoalan yang mulai terungkap ke publik.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Bildad Thonak Ungkap Dugaan Suap Izhak Rihi di MA, 15 Kali Transfer Capai Rp850 Juta

“Sekarang dia terus berupaya menjadi ketua pengurus, ada apa dibalik itu? Jangan – jangan dugaan saya upaya melindungi diri dari persoalan yang mulai terkuak,” ujar Mundus, Jumat (22/5/2026).

Dana Rp1 Miliar dan Buku Biografi

Mundus mengungkap sejumlah persoalan yang menurutnya mulai terbuka di forum RAT, mulai dari pemberian uang penghargaan Rp1 miliar kepada YSH hingga penggunaan dana koperasi untuk pencetakan buku biografi mantan GM tersebut.

Ia menyebut buku biografi itu dicetak menggunakan dana koperasi yang notabene merupakan uang milik anggota.

Baca Juga :  Ironi Saat Manajemen Kantor Pusat Kopdit Swasti Sari bahas Donasi Gempa, Versi RALB Justru Lantik Plt. GM

“Buku itu dicetak pakai dana koperasi dan terungkap di forum RAT,” katanya.

Menurut Mundus, apabila benar menggunakan dana koperasi untuk kepentingan pribadi atau di luar kebutuhan anggota, maka dana tersebut wajib dipertanggungjawabkan dan dikembalikan.