LEWOLEBA —BuletinNTT.com – Dinamika internal KSP Kopdit Swasti Sari pasca pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 masih terus bergulir.
Sejumlah anggota mulai angkat bicara terkait berbagai polemik yang mencuat dalam forum tertinggi koperasi tersebut.
Termasuk sikap Yohanes Sason Helan (YSH) yang dinilai masih tetap bersikeras menjadi Ketua Pengurus meski proses RAT telah selesai dan pengurus-pengawas terpilih telah resmi dilantik.
Salah satu sorotan datang dari Arnoldus Lalang, anggota Kopdit Swasti Sari Delegasi Cabang Lewoleba, Kabupaten Lembata.
Ia mempertanyakan alasan di balik sikap YSH yang dinilai terus ngotot mempertahankan posisi ketua di tengah keputusan forum yang telah sah melalui ketuk palu sidang.
“Meski forum RAT Tahun Buku sudah sah melalui ketuk palu, namun Sason Helan tetap ngotot untuk menjadi ketua”.
“Bahkan setelah pengurus dan pengawas terpilih dilantik, ia masih tetap ngotot. Ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi anggota,” ujar Arnoldus, Selasa (19/05/2026).

Menurutnya, sikap tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan anggota mengenai tujuan sebenarnya dari upaya mempertahankan posisi tersebut.












