Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Pengurus – Pengawas Telah Dilantik, Sason Helan Masih Ngotot Jadi Ketua: “Arnoldus Lalang Mempertanyakan Motifnya”

Avatar photo
×

Pengurus – Pengawas Telah Dilantik, Sason Helan Masih Ngotot Jadi Ketua: “Arnoldus Lalang Mempertanyakan Motifnya”

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Arnoldus Lalang | Anggota Kopdit Swasti Sari, Peserta RAT TB 2025

“Jangan abaikan jasa para pendiri, pengurus sebelumnya, dan para karyawan yang bekerja bertahun-tahun membesarkan koperasi ini,” tegasnya.

Arnoldus menilai keberhasilan Kopdit Swasti Sari hingga menjadi koperasi besar tidak terlepas dari kerja kolektif banyak pihak, termasuk para pendiri yang telah merintis lembaga sejak awal.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

“Kalau berbicara soal jasa terhadap lembaga, apakah para pendiri kurang berjasa? Mengapa tidak dibuat juga buku biografi tentang para pendiri koperasi? Kenapa harus fokus pada satu figur saja?” katanya lagi.

Baca Juga :  Pascamediasi Kopdit Swasti Sari, Imelda Anin dan Kasmirus Kopong Kembali Bertugas, Lima Bank Diminta Layani Transaksi

Ia turut menyoroti pengadaan buku autobiografi YSH yang sebelumnya menjadi polemik di kalangan anggota. Menurut Arnoldus, banyak anggota mempertanyakan urgensi buku tersebut bagi kepentingan koperasi.

“Lalu apa pentingnya buku autobiografi itu untuk Kopdit Swasti Sari? Apakah koperasi ini hanya dibangun oleh satu orang?”.

“Jangan sampai muncul kesan seolah-olah hanya satu figur yang paling berjasa dan paling memahami koperasi,” ujarnya.

Arnoldus mengatakan para karyawan dan anggota lain juga memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan koperasi, meskipun selama ini tidak banyak menuntut pengakuan.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

“Karyawan lain juga punya jasa besar. Mereka bekerja bertahun-tahun membangun lembaga ini, hanya saja mereka tidak menuntut untuk dipuji atau diangkat sebagai figur utama,” tambahnya.