“Saya menduga ada agenda yang tidak benar di balik semua ini. Apalagi ada pernyataan bahwa lembaga ini tidak akan aman setelah pelantikan pengurus dan pengawas”.
“Pernyataan seperti itu menurut saya sudah bernuansa negatif dan bisa memengaruhi psikologis anggota,” ujarnya.
Arnoldus berharap pengurus dan pengawas yang baru dilantik dapat segera bekerja secara profesional, terbuka, dan mengutamakan kepentingan anggota di atas kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Ia juga kembali mendesak agar Tim Pencari Fakta (TPF) terkait polemik pesangon dan sejumlah kebijakan lain segera diaktifkan untuk menelusuri seluruh persoalan secara objektif dan transparan.
“TPF harus segera bekerja supaya semua menjadi terang-benderang. Kalau memang ada yang salah harus diperbaiki, kalau benar juga harus dijelaskan secara terbuka kepada anggota,” tutupnya.












