Selain itu, Arnold juga mempertanyakan soal jasa terhadap lembaga, apakah selama ini Kopdit Swasti Sari tidak memberikan upah sebagai balas jasa karyawan.
Kalau dibayar, kenapa masih menuntut dan terkesan selama puluhan tahun kerja prodeo dan masih menuntut .
Dalam pernyataannya, Arnoldus juga mengajak semua pihak untuk bersikap dewasa dan menjaga marwah lembaga koperasi Swasti Sari agar tidak terus-menerus menjadi konsumsi konflik berkepanjangan di ruang publik.
“Kalau memang niatnya untuk membangun koperasi, tidak harus selalu menjadi ketua. Masih banyak cara untuk membantu dan membesarkan Swasti Sari dengan menyampaikan hal-hal baik dan positif,” katanya.
Ia bahkan mengingatkan agar polemik internal tidak terus dibawa ke ruang publik melalui berbagai pernyataan yang menurutnya justru dapat memperkeruh suasana dan merusak citra lembaga di mata masyarakat maupun anggota.
“Kalau terus berkoar-koar di media lalu lapor ke sana-kemari, jangan-jangan justru tujuan akhirnya merusak lembaga. Karena itu saya meminta anggota sebagai pemilik lembaga jangan mudah terprovokasi,” tegas Arnoldus.
Menurutnya, seluruh anggota perlu tetap menjaga persatuan dan fokus pada upaya pembenahan koperasi secara bersama-sama.












