KUPANG | BuletinNTT.com – Komisi III DPRD NTT memberikan catatan untuk manajemen baru Bank NTT dalam pertemuan silaturahmi bersama Direktur Utama Charlie Paulus dan jajaran direksi, Senin (02/12/2025).
Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk menyamakan visi sekaligus mengevaluasi kinerja bank daerah itu menjelang tahun anggaran 2026.
Ketua Komisi III, Yohanes De Rosari, menjelaskan bahwa Direksi memaparkan beberapa target kerja, termasuk kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
PAD Bank NTT Hingga Desember 2025
Hingga akhir 2025, Bank NTT telah mencatat PAD sekitar Rp 38 miliar meski direksi baru bekerja selama satu bulan.
Untuk tahun 2026, bank milik masyarakat NTT itu menargetkan capaian PAD mencapai Rp 110 miliar.
Ketua Komisi III DPRD NTT kemudian menyoroti beberapa hal strategis, terutama kebutuhan penyederhanaan proses verifikasi kredit, khususnya bagi kelompok wanita tani dan petani.

Ia menilai alur administrasi harus lebih mudah, efisien, dan tidak memberatkan masyarakat kecil yang membutuhkan akses pembiayaan.
De Rosari juga meminta peningkatan porsi kredit produktif agar Bank NTT tidak hanya bertumpu pada kredit konsumtif, tetapi turut mendorong penguatan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
KUB Bank NTT dan Bank Jatim
Terkait kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim, Komisi III menekankan pentingnya koordinasi antara Bank NTT, Pemerintah Provinsi NTT, dan pemegang saham kabupaten/kota.












