Sekolah pun kini terintegrasi dengan ekosistem ekonomi lokal. Produk yang dihasilkan bukan sekadar tugas praktik, tetapi menjadi komoditas yang dapat dipasarkan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Pilar Utama OSOP
Implementasi OSOP di berbagai sekolah di NTT menunjukkan capaian konkret melalui beberapa sektor utama:
Teknologi Tepat Guna
SMKN 1 Kefamenanu mengembangkan berbagai inovasi alat mekanik seperti mesin pencacah pakan ternak, alat jemur mekanik, hingga kompor berbahan oli bekas. Inovasi ini membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternak.
Agrikultur Bernilai Tambah
SMKS Katolik St. Pius X Insana mengembangkan sistem pertanian sirkular dengan memanfaatkan limbah ternak menjadi pupuk organik. Mereka juga memproduksi olahan pangan seperti sambal kemasan yang siap bersaing di pasar.
Hilirisasi Pangan Lokal
SMKN 2 Soe mengolah komoditas lokal seperti jagung dan ubi menjadi produk bernilai tinggi, termasuk kue dan minuman herbal, sehingga meningkatkan daya saing produk lokal.
Produk Siswa Tembus Pasar
Keberhasilan OSOP tidak hanya terlihat dari inovasi, tetapi juga dari dampak ekonominya. Salah satu produk karya siswa SMKN 1 Kefamenanu bahkan dibeli oleh Pemerintah Provinsi NTT dengan nilai lebih dari Rp10 juta.








