Scroll untuk baca artikel
Tak Berkategori

OSOP Jadikan Sekolah di NTT Pusat Karya Bernilai Ekonomi

Avatar photo
×

OSOP Jadikan Sekolah di NTT Pusat Karya Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi
Th. M. Florensia | Sekretaris Bapperida Provinsi NTT

Sekolah pun kini terintegrasi dengan ekosistem ekonomi lokal. Produk yang dihasilkan bukan sekadar tugas praktik, tetapi menjadi komoditas yang dapat dipasarkan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Pilar Utama OSOP

Implementasi OSOP di berbagai sekolah di NTT menunjukkan capaian konkret melalui beberapa sektor utama:

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Teknologi Tepat Guna

SMKN 1 Kefamenanu mengembangkan berbagai inovasi alat mekanik seperti mesin pencacah pakan ternak, alat jemur mekanik, hingga kompor berbahan oli bekas. Inovasi ini membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternak.

Baca Juga :  BPMP NTT dan Pemda Perkuat Kemitraan Pendidikan, Tandatangani Komitmen SPMB Berintegritas

Agrikultur Bernilai Tambah

SMKS Katolik St. Pius X Insana mengembangkan sistem pertanian sirkular dengan memanfaatkan limbah ternak menjadi pupuk organik. Mereka juga memproduksi olahan pangan seperti sambal kemasan yang siap bersaing di pasar.

Hilirisasi Pangan Lokal

SMKN 2 Soe mengolah komoditas lokal seperti jagung dan ubi menjadi produk bernilai tinggi, termasuk kue dan minuman herbal, sehingga meningkatkan daya saing produk lokal.

Produk Siswa Tembus Pasar

Keberhasilan OSOP tidak hanya terlihat dari inovasi, tetapi juga dari dampak ekonominya. Salah satu produk karya siswa SMKN 1 Kefamenanu bahkan dibeli oleh Pemerintah Provinsi NTT dengan nilai lebih dari Rp10 juta.