Yohanes menjelaskan, setiap persoalan sosial, kemanusiaan, maupun program pembangunan yang menyentuh masyarakat harus direspons secara aktif oleh kader partai.
Dengan demikian, masyarakat dapat menilai partai mana yang benar-benar bekerja untuk rakyat dan mana yang hanya fokus pada perebutan kursi legislatif.
Target Pemilu 2029
Lebih lanjut, Yohanes mengungkapkan bahwa PKB secara nasional menargetkan posisi kedua pada Pemilu 2029.
Ia menyebut, arah perjuangan partai kini tidak lagi semata-mata pada jumlah kursi, melainkan pada pemanfaatan kekuasaan untuk kemaslahatan rakyat.
“Tren politik saat ini bukan hanya soal menang dan merebut kursi. Kekuasaan harus digunakan untuk kepentingan rakyat banyak,” jelasnya.
Ia optimistis, dengan pergerakan yang semakin terstruktur dari tingkat pusat hingga daerah, target tersebut realistis untuk dicapai.
Optimisme PKB di NTT
Yohanes juga menyinggung pengukuhan kepengurusan DPW PKB NTT yang dinakhodai generasi muda, Alo Malo Ladi sebagai Ketua dan Kahar sebagai sekretaris.
Menurutnya, hal itu menjadi energi baru bagi partai untuk semakin memperkuat kerja-kerja politik di Nusa Tenggara Timur.
Dengan tren peningkatan kursi di sejumlah kabupaten/kota, ia yakin PKB memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan utama politik di NTT pada 2029.












