2. Persetujuan penambahan anggaran dalam APBD Perubahan 2025 dan usulan anggaran baru dalam APBD Murni 2026 untuk mendukung program tersebut.
3. Dorongan kolaborasi lintas sektor dengan CSO, lembaga internasional, dinas pendidikan, sekolah, dan dinas kesehatan.
4. Fokus pemberdayaan ekonomi pada perempuan penyintas (survivor) dan keluarganya, disinergikan dengan dinas-dinas teknis seperti Dispora, Pertanian, Perikanan, dan Perindag.
5. Kampanye media sosial dan KIE dilakukan secara masif, dengan alokasi anggaran khusus dan keterlibatan influencer.
6. Penguatan call center dan hotline melalui inovasi dan penyediaan peralatan guna meningkatkan efektivitas mekanisme pengaduan masyarakat.
Langkah Nyata dan Strategis
Asti Laka Lena dalam keterangannya menyampaikan bahwa TPPK NTT siap untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan menjalankan program-program strategis demi meningkatkan perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak di NTT.
“Kami akan segera menindaklanjuti hasil RDP ini dengan merancang langkah konkret bersama Dinas P3AP2KB dan mitra strategis lainnya,” kata Asti.
RDP ini diharapkan menjadi titik awal sinergi yang lebih kuat antara DPRD, eksekutif, organisasi masyarakat, dan komunitas dalam menciptakan NTT yang aman, setara, dan memberdayakan.












