KUPANG | BuletinNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta segera menghentikan praktik pengiriman tenaga kerja non-formal atau tanpa keterampilan (unskilled labor) ke luar daerah maupun luar negeri.
Dorongan ini disampaikan Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi NTT, Inocensius Fredy Mui, sebagai langkah penting untuk melindungi masyarakat NTT dari risiko penempatan kerja yang tidak manusiawi dan rawan menjadi korban eksploitasi.
Fredy menegaskan, arah kebijakan ketenagakerjaan NTT ke depan harus difokuskan pada pengembangan dan pengiriman tenaga kerja yang memiliki keahlian serta kompetensi profesional.
NTT Harus Kirim Tenaga Kerja Miliki Keahlian
Menurutnya, tenaga kerja terampil memiliki daya saing dan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan di tempat kerja.
“Saya minta stop dulu pengiriman tenaga kerja yang tidak punya keterampilan, supaya tidak ada lagi korban. Ke depan, kita harus prioritaskan tenaga kerja yang punya skill, termasuk lulusan universitas,” tegas Fredy Muin, di Kupang, Selasa (5/11/2025).
Politisi Partai NasDem itu menyoroti bahwa tantangan NTT ke depan bukan hanya soal rendahnya kualitas tenaga kerja, tetapi juga meningkatnya jumlah pengangguran terdidik.
Lulusan Perguruan Tinggi Banyak Tidak Terserap di Dunia Kerja
Banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak terserap di dunia kerja karena tidak memiliki keahlian praktis yang sesuai kebutuhan pasar.












