Scroll untuk baca artikel
Politik

Fredy Mui: Kampus Harus Cetak Tenaga Siap Kerja, Bukan Pengangguran Baru

Avatar photo
×

Fredy Mui: Kampus Harus Cetak Tenaga Siap Kerja, Bukan Pengangguran Baru

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta segera menghentikan praktik pengiriman tenaga kerja non-formal atau tanpa keterampilan (unskilled labor) ke luar daerah maupun luar negeri.

Dorongan ini disampaikan Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi NTT, Inocensius Fredy Mui, sebagai langkah penting untuk melindungi masyarakat NTT dari risiko penempatan kerja yang tidak manusiawi dan rawan menjadi korban eksploitasi.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Fredy menegaskan, arah kebijakan ketenagakerjaan NTT ke depan harus difokuskan pada pengembangan dan pengiriman tenaga kerja yang memiliki keahlian serta kompetensi profesional.

Baca Juga :  Dari Tugas Kuliah Jadi Solusi Nyata: Inovasi Mahasiswa STIKOM Uyelindo Kupang Berbasis Mikrokontroler Bantu Petani dan UMKM

NTT Harus Kirim Tenaga Kerja Miliki Keahlian

Menurutnya, tenaga kerja terampil memiliki daya saing dan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan di tempat kerja.

“Saya minta stop dulu pengiriman tenaga kerja yang tidak punya keterampilan, supaya tidak ada lagi korban. Ke depan, kita harus prioritaskan tenaga kerja yang punya skill, termasuk lulusan universitas,” tegas Fredy Muin, di Kupang, Selasa (5/11/2025).

Politisi Partai NasDem itu menyoroti bahwa tantangan NTT ke depan bukan hanya soal rendahnya kualitas tenaga kerja, tetapi juga meningkatnya jumlah pengangguran terdidik.

Baca Juga :  Silaturahmi Politisi Katolik Bersama Uskup Agung Kupang | Tekankan Politik sebagai Jalan Pengabdian dan Karitas Sosial

Lulusan Perguruan Tinggi Banyak Tidak Terserap di Dunia Kerja

Banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak terserap di dunia kerja karena tidak memiliki keahlian praktis yang sesuai kebutuhan pasar.