Fraksi menilai kondisi tersebut mempersempit ruang fiskal daerah untuk pembiayaan pembangunan produktif, perlindungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Karena itu, Fraksi meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk menyusun anggaran yang rasional, hemat, dan produktif, serta memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pendapatan Daerah dan Dukungan pada PAD
Dalam RAPBD 2026, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan target pendapatan daerah sebesar Rp5,6 triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp2,8 triliun dan pendapatan transfer Rp2,81 triliun.
Fraksi Amanat Sejahtera mengapresiasi target tersebut dan optimistis bisa tercapai melalui berbagai strategi pemerintah, seperti digitalisasi pembayaran, optimalisasi aset, revitalisasi UMKM dan BUMDes, serta program NTT Mart dan Entrepreneurship Flobamora.
Soroti Penyertaan Modal ke Bank NTT
Terkait pos pembiayaan daerah, Fraksi juga mengapresiasi rencana penyertaan modal sebesar Rp75 miliar kepada Bank NTT, yang dinilai penting untuk memperkuat posisi pemerintah provinsi sebagai pemegang saham pengendali dan mendukung kerja sama usaha Bank NTT dengan Bank Jatim.
Namun, Fraksi meminta Gubernur NTT terus berkoordinasi dengan bupati dan wali kota se-NTT agar turut menambah penyertaan modal, guna mempercepat upaya buyback saham daerah dari Bank Jatim.
Catatan Kritis terhadap Ranperda Dana Cadangan PON XXII
Fraksi Amanat Sejahtera menyambut baik inisiatif pemerintah membentuk dana cadangan untuk penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028, namun menekankan pentingnya kehati-hatian fiskal dan transparansi anggaran.












