Hal ini sekaligus membuka ruang bagi sekolah untuk membangun jejaring dengan masyarakat dan dunia usaha lokal.
Lebih jauh, BPMP NTT juga mengapresiasi dan mendukung penuh program Kewirausahaan Sekolah yang dicanangkan oleh Gubernur NTT.
Menurut Irfan Karim, program kewirausahaan sekolah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari OSOP, karena keduanya sama-sama menekankan pada penguatan kemandirian dan pemanfaatan potensi lokal secara produktif.
“Program kewirausahaan sekolah sangat penting dan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi satuan pendidikan, terutama di tengah situasi kemampuan fiskal daerah yang terbatas serta adanya efisiensi dana transfer daerah dari pemerintah,” tegas Irfan Karim.
BPMP NTT, lanjutnya, siap mendukung implementasi OSOP dan kewirausahaan sekolah melalui pendampingan, penguatan kapasitas, serta penjaminan mutu agar program berjalan sesuai tujuan.
Sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar OSOP benar-benar mampu melahirkan sekolah-sekolah yang mandiri, berkarakter, dan berdaya saing.
Dengan dukungan berbagai pihak, OSOP diharapkan tidak hanya menjadi program kebijakan, tetapi juga gerakan bersama untuk membangun pendidikan NTT yang kontekstual, relevan, dan mampu menjawab tantangan masa depan, sekaligus mengangkat potensi lokal sebagai kekuatan utama daerah.












