KUPANG | BuletinNTT.com – Program One School One Product (OSOP) yang dicanangkan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan.
Program ini dirancang sebagai program inti untuk menggerakkan ekosistem sekolah agar bertransformasi menjadi oasis pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang unggul serta berdaya saing, dengan memanfaatkan potensi lokal di sekitar satuan pendidikan.
Melalui OSOP, sekolah tidak hanya diposisikan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan keterampilan hidup dan karakter peserta didik.
Setiap sekolah didorong untuk mengembangkan satu produk unggulan berbasis potensi lokal, sehingga peserta didik belajar mengenali, mengolah, dan memberi nilai tambah pada sumber daya yang ada di lingkungannya sendiri.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, Irfan Karim, S.I.Pem., M.Pd., menyatakan bahwa program OSOP sejalan dengan semangat penguatan kualitas pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan.
Menurutnya, sekolah harus menjadi pusat pembelajaran yang hidup, relevan dengan kebutuhan zaman, dan berpijak pada realitas lokal masyarakat NTT.
“Program OSOP merupakan langkah strategis untuk menggerakkan ekosistem sekolah sebagai pusat pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter unggul”.












