Kita terima saja semua contoh peristiwa yang para tersangka/ terdakwa sampaikan bahwa itu sebagai musabab yang menimbulkan akibat depresi untuk korban.
Sekarang coba kita bongkar dalil mereka dengan menggunakan teori kausalitas. Dari keempat jenis teori kausalitas yang saya tulis diatas, yang paling tepat membedah kasus intimidasi dengan ada banyaknya musabab adalah teori individualisir (Ajaran Brickmayer).
Menurut Brickmayer, untuk menentukan ada tidaknya akibat dari setiap sebab atau syarat, maka yang harus dilihat adalah perbuatan manakah yang memberikan pengaruh paling besar terhadap timbulnya akibat.
Sebab 1 : Korban cek cokan dengan pacarnya pada tanggal 20 mei tahun 2026
Sebab 2 : korban di duga memiliki sifat psikologis yang sensitif
Sebab 3 : korban bekerja ditempat yang cukup susah secara geografis, sosilogis maupun ekonomi.
Sebab 4 : Korban di intimidasi oleh tiga Anggota DPRD pada tanggal 13 juni tahun 2026.
Setelah diintimidasi oleh 3 pejabat daerah tersebut korban langsung mengalami depresi berat dan pindah lokasi dari tempat kerjanya di atambua dan pergi ke kupang untuk menjalani masa pemulihan depresi, lalu selang beberapa hari terjadi peristiwa bunuh diri.
Dari keempat sebab tersebut, kita bisa lihat sebab manakah yang membuat korban depresi, jika korban punya bukti pemeriksaan psikologis bahwa dirinya mengalami depresi berat secara mendadak.












