Scroll untuk baca artikel
Opini

Opini | Apakah Larangan Penggunaan Medsos Untuk Anak di Bawah 16 Tahun Dapat Diterapkan?

Avatar photo
×

Opini | Apakah Larangan Penggunaan Medsos Untuk Anak di Bawah 16 Tahun Dapat Diterapkan?

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ignasius Mano |  Editor: Redaksi
Penulis Opini | Fr. Ignasius Mano - Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang

Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tampak jelas dalam peraturan menteri nomor 9 tahun 2026 turunan dari PP TUNAS.

Didalam peraturan tersebut pemerintah menetapkan bahwa anak di bawah umur 16 tahun dilarang memiliki akun pada paltform seperti Facebook, Youtube, Tik-tok, Instagram, Bigo Live, Roblox dan akun-akun lainnya.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Alasan yang menjadi dasar keputusan peraturan tersebut adalah agar dapat menjauhkan anak-anak dari ancaman di ruang digital seperti pornografi, penipuan online, judol, perundungan siber hingga penyebab digital lainya.

Baca Juga :  Opini : Flores Bukan Sekadar Pulau Panas Bumi: Keselamatan, Air, dan Hak Masyarakat Harus Diutamakan

Namun apakah keputusan ini dapat diterapkan dan dijalankan?

Alasan yang dijadikan dasar keputusan peraturan tersebut terdengar jelas namun sangatlah ironi mengapa ?

Penulis menganalisis bahwa alasan tersebut seperti kita sedang membiarkan kejahatan didalam ruang digital untuk tetap terjadi.

Penulis Opini | Fr. Ignasius Mano – Mahasiswa Filsafat Unwira Kupang

Jika kita telisik secara logika seharusnya problem kejahatan didalam platform-platform seperti pornografi, judol, penipuan dan kejahatan lainnya yang harus dibersihkan dan disensor.

Pemerintah seharusnya bijak dalam membuat keputusan. Disini penulis tidak sepakat karena banyak platform-platform medsos yang dilarang, justru digunakan oleh sebagian anak Indonesia untuk berkreasi dan belajar serta mendapatkan uang.