Dari hasil pemeriksaan tersebut, terjaring 26 pasien dari enam kabupaten, yakni:
Sikka
Lembata
Flores Timur
Ende
Ngada
Nagekeo
“Kegiatan kemanusiaan seperti ini sangat menolong masyarakat. Kami sangat berharap dukungan seperti ini terus berlangsung pada tahun-tahun berikut,” kata dr. Maria.
Yayasan Permata Sari: Puluhan Tahun Mengembalikan Senyum Anak-anak
Ketua Yayasan Permata Sari Semarang, Dr. Ir. Endang Sri Sarastri, SH, CN, MM, MB, mengungkapkan bahwa yayasan telah puluhan tahun fokus pada pelayanan operasi sumbing bibir dan langit-langit di berbagai daerah Indonesia.
Dengan dukungan tim dokter yang tersebar di beberapa wilayah, yayasan terus berkomitmen menghadirkan kebaikan bagi anak-anak yang membutuhkan.

“Tujuan kami agar anak-anak dapat tersenyum bahagia, kembali percaya diri, dan tidak menjadi korban bully,” tegasnya.
Ia berharap kerja sama dengan Kopdit Swasti Sari, RS St. Elisabeth Lela, dan Keuskupan Maumere dapat terus berlangsung.
Masyarakat Rasakan Dampak Nyata
Orang tua pasien menyampaikan rasa syukur atas kesempatan ini, mengingat biaya operasi sumbing kerap menjadi beban berat bagi keluarga.











