Ketua Panitia Perayaan menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut. Ia mengakui bahwa pada awalnya terdapat keraguan, namun berkat kebersamaan dan komitmen seluruh anggota, acara dapat berjalan dengan baik.

“Kegiatan ini murni dari, oleh, dan untuk ketong (kita). Semua dilakukan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Muhabet Arimatea Rayon 1 Kupang, Urbanus Mahoklory, menjelaskan bahwa Muhabet merupakan wadah persekutuan suka dan duka warga Maluku. Saat ini, tercatat sekitar 50 kepala keluarga yang terdaftar sebagai anggota aktif, sementara lainnya masih bersifat pasif.
“Anggota aktif memiliki kewajiban iuran dan uang pangkal, sehingga ketika terjadi kedukaan atau musibah, mereka memiliki hak untuk mendapat bantuan dari kas. Namun bagi warga Maluku yang belum terdaftar, kami tetap rangkul dan bantu secara spontanitas sebagai bentuk solidaritas,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa semangat Muhabet di tanah rantau harus tetap dijaga, meskipun pola kebersamaan di kota sudah banyak berubah.











