Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

“Festival ‘Bebaja’ di Bakunase Tampilkan Harmoni Multi Etnis, Wali Kota Kupang: Ini Miniatur Kota yang Damai”

Avatar photo
×

“Festival ‘Bebaja’ di Bakunase Tampilkan Harmoni Multi Etnis, Wali Kota Kupang: Ini Miniatur Kota yang Damai”

Sebarkan artikel ini
Reporter: Ben |  Editor: Redaksi

KUPANG | BuletinNTT.com – Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, menjadi pusat perhatian warga pada Rabu (5/11/2025) lewat penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya Multi Etnis Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang mengusung tema “Bebaja” – Bakunase Event Bangkit untuk Jaya ini resmi dibuka oleh Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo.

Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertising!

Filosofi Bebaja Bakunase Bangkit

Lurah Bakunase, Wilhelmus L. Diken, S.IP, menjelaskan, istilah bebaja memiliki makna filosofis yang dalam.

“Secara harfiah bebaja berarti saya kuat, namun maknanya lebih dari itu. Bebaja mengajak masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong membangun Bakunase agar lebih maju,” ujar Wilhelmus.

Baca Juga :  Bukit Cinta di Malaka, Destinasi Perbatasan dengan Panorama Alam dan Nuansa Spiritual

Menurutnya, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari sebagian besar masyarakat. Meski demikian, diakui ada dinamika kecil terkait penggalangan dana kegiatan yang sempat disalahartikan.

“Kami melakukan penggalangan dana secara terbuka melalui RT/RW dan proposal. Ada yang membantu dengan sukarela, ada juga yang sempat menyoroti lewat media sosial. Tapi kami pahami sebagai bentuk aspirasi warga,” jelasnya.

Pemkot Kupang Dukung Festival Bebaja

Wilhelmus menambahkan, kegiatan ini dibiayai sebagian dari dukungan Pemerintah Kota Kupang sebesar Rp15 juta dan selebihnya merupakan hasil gotong royong masyarakat.