KUPANG | BuletinNTT.com – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PDI Perjuangan, Lili Adoe, menyoroti rendahnya upah kader Posyandu di NTT yang dinilai tidak manusiawi dan tidak sebanding dengan beban kerja mereka.
Dalam peninjauannya ke lapangan, Lili mendapati bahwa para kader Posyandu masih menerima imbalan jauh di bawah standar kelayakan.
“Saya tidak bisa menyebutkan angkanya, tapi menurut saya tidak manusiawi. Itu juga disampaikan langsung oleh para kader sendiri,” tegas Lili Adoe.
Ia menjelaskan, kader Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam program penanganan dan pencegahan stunting. Namun, dedikasi mereka belum diimbangi dengan penghargaan yang layak dari pemerintah.
“Kader sendiri yang mengatakan upahnya tidak layak. Mereka tidak menyebutkan angkanya, tapi bilang tidak normal untuk kondisi sekarang, apalagi dengan beban kerja mereka yang berat,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD, Lili berkomitmen untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kader Posyandu agar mendapatkan tambahan penghasilan yang layak.













