“Anggaran yang ada tidak mencukupi, sehingga kami berinisiatif melakukan penggalangan dana swadaya. Semua dilakukan dengan transparan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan masyarakat Bakunase yang tetap semangat melestarikan budaya dan menjaga kerukunan.
“Bakunase ini adalah miniatur Kota Kupang. Di sini ada berbagai suku, etnis, dan agama yang hidup damai dalam kebersamaan. Ini contoh nyata kota yang harmonis,” tutur Wali Kota.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seni dan budaya bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Festival seperti ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Di mana ada keramaian, di situ UMKM bisa tumbuh. Ini bentuk pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menjelaskan keterbatasan anggaran 2025 yang sudah disahkan sebelum dirinya dilantik. Namun, ia berjanji akan menambah dukungan pada tahun 2026.
“Kami akan tambahkan anggaran untuk kegiatan budaya di tahun depan. Tahun ini kami fokus efisiensi, bahkan kami tidak beli mobil dinas baru agar bisa hemat miliaran rupiah dan dialihkan untuk membantu rumah ibadah dan kegiatan sosial,” tegasnya.











