Agus juga menegaskan bahwa layanan home service Labkesda tetap dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, sehingga kualitas dan keamanan pemeriksaan tetap terjaga, termasuk dalam pengambilan sampel darah agar tidak terjadi kontaminasi.
Dari sisi kelembagaan, DPRD NTT, lanjut Agus, mendukung penuh langkah-langkah inovatif yang dilakukan Labkesda Provinsi NTT. Bahkan, DPRD juga membuka ruang pemanfaatan fasilitas milik pemerintah seperti aula dan gedung pertemuan untuk mendukung pelayanan, sekaligus berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Inovasi seperti ini memang sangat dibutuhkan. Dulu mungkin tidak ada terobosan sehingga pendapatan juga stagnan. Dengan inovasi, masyarakat yang tadinya enggan periksa akhirnya mau dengan sendirinya,” jelasnya.
Agus juga menyoroti persaingan layanan kesehatan dengan klinik-klinik swasta yang lebih dulu menghadirkan layanan jemput bola, termasuk menggunakan mobil layanan kesehatan.
“Kalau Labkesda Provinsi tidak berinovasi, pasti akan kalah dengan swasta. Karena itu kami di DPR mendorong agar Labkesda Provinsi terus mengembangkan layanan home service, sebab kebutuhan masyarakat memang sudah ke arah sana,” tegasnya.
Ia berharap Labkesda Provinsi NTT lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar layanan tersebut dikenal luas dan dimanfaatkan secara maksimal.












