“Data tersebut bisa langsung dimanfaatkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao maupun stakeholder lain untuk mendukung program pemerintah daerah yang sejalan dengan pemerintah pusat,” ujar Yendris.
Tim pengabdian juga melibatkan dosen Yuliana Radja Riwu, SKM., M.Si, tiga mahasiswa FKM yakni Dipo Kristian Martanto, Febrian Trisan Haba, dan Ade Kurnia Joseph, serta staf pendukung Mevibozed A. Luttu, S.Pt (Koordinator Sub Akademik & Kemahasiswaan) dan Jekky S. Lusi, SE (Operator Web/Humas).
Dukungan Pemerintah Kecamatan
Camat Lobalain, Nusry Zacharias, menyambut baik inisiatif FKM Undana ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan ujung tombak penyajian data kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Tema pengabdian ini sangat bermanfaat karena kader Posyandu dapat menyajikan data kesehatan yang valid dan dibutuhkan setiap stakeholder. Ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Rote Ndao,” ujar Nusry.
Tahapan dan Evaluasi Kegiatan
Dalam proses pelatihan, kader Posyandu diperkenalkan dengan fungsi dan manfaat aplikasi ASIK, cara mengisi data kader, serta teknis input data posyandu yang sebelumnya dilakukan manual.
Dengan aplikasi ini, pengelolaan data menjadi lebih cepat, mudah, dan akurat hingga ke level pemerintah desa dan stakeholder terkait.












