Gubernur NTT: Apresiasi Pendekatan Berbasis Riset
Gubernur NTT menyambut baik kolaborasi tersebut dan menyampaikan dukungan penuh terhadap pendekatan berbasis riset dan keterlibatan masyarakat lokal sebagai strategi jangka panjang pembangunan desa.
“Masalah stunting tidak bisa hanya diatasi dengan program rutin. Harus ada riset, pendekatan inovatif, dan edukasi kebersihan lingkungan seperti air bersih dan cuci tangan. Saya dukung penuh dan berharap Desa Silu bisa menjadi model yang direplikasi ke desa-desa lain,” tegas Gubernur Melki.
Kerja Sama Politani Kupang dan Politeknik Jiangsu, China
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dibahas kerja sama internasional antara Politani Kupang dan Politeknik Jiangsu, China, melalui program joint degree (1+2).
Skema ini memungkinkan mahasiswa menempuh satu tahun pendidikan di Kupang dan dua tahun di Jiangsu. Tahun lalu, sembilan mahasiswa telah diberangkatkan, dan tahun ini tujuh mahasiswa akan menyusul pada bulan September.
Gubernur NTT menilai program ini sebagai langkah strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian—salah satu sektor unggulan Provinsi NTT.
“Kerja sama ini adalah jembatan untuk generasi muda NTT belajar teknologi pertanian terkini dari Tiongkok. Ini langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan dan daya saing daerah,” kata Gubernur.
Turut hadir dalam audiensi tersebut, Kepala Bapperida NTT Alfonsus Theodorus, Wadir I Politani Kupang Max A. J. Supit, Koordinator Living Lab Melinda Moata, serta jajaran dari BRIN dan pengelola Living Lab Politani Kupang.












