Sementara itu, harga BBM non-subsidi juga mengalami penyesuaian, seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang naik sekitar Rp 9.400 per liter, serta Pertamax Turbo naik Rp 6.300 per liter.
Di sektor pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami tekanan. Dari posisi sekitar 9.100 pada Januari 2026, IHSG sempat turun ke level 7.400 pada April 2026.
Melihat kondisi tersebut, Alfred mengingatkan kemungkinan terjadinya tekanan ekonomi yang lebih dalam jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Situasi seperti ini mengingatkan kita pada krisis 1998. Karena itu, sektor primer di daerah harus diperkuat sebagai fondasi ekonomi,” tegasnya.

Menurutnya, sektor sekunder dan tersier cenderung lebih rentan terhadap gejolak ekonomi global.
Oleh karena itu, penguatan sektor primer seperti pertanian, peternakan, dan perikanan dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Alfred juga mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus pada pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal guna menghadapi ketidakpastian ekonomi ke depan.
“Ketahanan ekonomi harus dimulai dari daerah, dengan memaksimalkan sektor riil yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.








