KUPANG | BuletinNTT.com – Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Alfred H. J. Zacharias, mengingatkan masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai sedang mengalami tekanan cukup serius.
Dalam catatan yang dibagikannya pada Rabu (23/4/2026), Alfred memaparkan sejumlah indikator ekonomi nasional yang menunjukkan tren mengkhawatirkan, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga meningkatnya beban utang negara.
Ia mencatat, total utang Indonesia telah mencapai sekitar Rp 9.638 triliun, dengan utang jatuh tempo sebesar Rp 833 triliun. Sementara itu, beban bunga utang pada tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp 599 triliun.
“Defisit APBN juga terus melebar. Januari Rp 54 triliun, Februari Rp 135 triliun, dan Maret sudah mencapai Rp 240 triliun,” ungkap Alfred.
Selain itu, nilai tukar rupiah disebut telah melampaui asumsi APBN. Jika dalam APBN ditetapkan sebesar Rp 16.500 per dolar AS, nilai tukar faktual kini berada di kisaran Rp 17.301 per dolar AS.
Kondisi tersebut turut diperparah oleh kenaikan harga minyak dunia yang telah menyentuh 102 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN sebesar 70 dolar AS per barel.
Dampaknya mulai terasa di dalam negeri, terutama pada kenaikan harga energi. Harga elpiji non-subsidi 12 kg dilaporkan naik sekitar Rp 36.000 hingga Rp 40.000.








