KUPANG | BuletinNTT.com – Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakenoni, Pr., menegaskan bahwa Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari harus terus setia pada jati dirinya sebagai rumah bersama umat, bukan sekadar lembaga simpan pinjam yang berorientasi pada keuntungan semata.
Penegasan tersebut disampaikan dalam refleksi peringatan 38 tahun perjalanan Kopdit Swasti Sari, di Harper Hotel Kupang, Minggu (01/02/2026).
Menurut Uskup Agung Kupang, koperasi ini lahir dari semangat kebersamaan masyarakat Nusa Tenggara Timur dan bertahan hingga kini berkat kepercayaan serta solidaritas yang terus dirawat.
“Syukur atas usia Kopdit Swasti Sari adalah syukur kolektif. Tidak ada ruang untuk membanggakan diri secara pribadi. Semua tumbuh karena kebersamaan dan saling percaya,” tegas Mgr. Hironimus Pakenoni.

Ia mengungkapkan bahwa hampir empat dekade perjalanan Kopdit Swasti Sari diwarnai dinamika dan tantangan yang tidak ringan.
Mulai dari kondisi alam yang keras, persoalan sosial, tekanan ekonomi, hingga krisis global saat pandemi Covid-19. Namun berkat ketangguhan, kesetiaan, dan semangat pantang menyerah para anggotanya, koperasi ini tetap berdiri kokoh dan terus berkembang.












