“Saya mengucapkan terima kasih kepada API Reinha Rosari, Kopdit Swasti Sari, pemerintah desa, dan semua masyarakat yang sudah membantu membangun rumah ini. Saya tidak bisa membalas kebaikan ini, semoga Tuhan membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu,” ungkapnya.

Ketua API Reinha Rosari, Kaiser Legalaot, mengatakan pembangunan rumah layak huni merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.
Menurutnya, pengabdian tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat langsung.
“Kami ingin kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan masyarakat. Semangat gotong royong dan pelayanan menjadi nilai yang terus kami hidupi melalui setiap kegiatan sosial,” ujar Kaiser.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kemah Kerja Kitab Suci Lewotana (K3SL) yang tidak hanya menghadirkan aksi sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan kolaborasi.
Kepala Desa Lewograran, Mateus Buto Wujon, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergandengan tangan membantu warganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada API Reinha Rosari dan Kopdit Swasti Sari. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.










