Tak hanya berdampak pada lingkungan, program ini juga menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan perempuan.
Maria Leni, peserta lainnya, menilai SAPA TANA telah memberikan dampak sosial yang kuat.
“Sejak ada program SAPA TANA, saya jadi punya banyak teman dan berkontribusi dalam keberlanjutan kelompok,” ujarnya.
Pelaksanaan program ini turut didukung oleh berbagai pihak, antara lain Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kangae, serta Pemerintah Desa Tana Duen, yang memberikan pendampingan secara berkelanjutan.
Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Melalui Program SAPA TANA, kami ingin menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan desa. Perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Sejalan dengan peringatan Hari Kartini, kisah dari Desa Tana Duen menjadi bukti bahwa perempuan desa mampu menjadi agen perubahan.
Dari aktivitas sederhana seperti mengolah sampah, kini lahir kontribusi nyata bagi ekonomi keluarga dan keberlanjutan lingkungan.












