Ada pula yang sudah menunggu bertahun-tahun untuk operasi lanjutan. Program ini menjadi jawaban atas doa mereka.
“Kami dengar dari teman bahwa Swasti Sari ada bakti sosial. Kami langsung datang daftar, dan disambut dengan baik. Ini sangat membantu anak-anak kami, supaya ke depan mereka percaya diri,” tutur salah satu orang tua.
Kopdit Swasti Sari: Tidak Hanya Layanan Keuangan
Wakil General Manager Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi bagian dari misi sosial lembaga tersebut.
“Ini bukan hanya soal uang atau simpan-pinjam. Kinerja sosial adalah bagian dari jati diri Swasti Sari. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran kami, terutama mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.
“Kami bekerja bersama TP PKK Provinsi NTT, Rumah Sakit Permata Semarang, dan RSUD Naibonat. Tujuannya satu: membantu anak-anak kembali tersenyum dan punya masa depan lebih cerah,” tambahnya.
26 Pasien Siap Jalani Operasi
Sedikitnya 26 pasien dari berbagai daerah telah tiba dan bersiap mengikuti operasi sumbing bibir dan langit-langit pada Kamis (20/11/2025).
Mereka datang dari Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sabu Raijua, dan Flores.












