Menurutnya, perubahan penyebutan tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mendorong pengusaha UMKM agar bekerja lebih profesional.
“Jangan lagi kita sebut pelaku UMKM, tetapi kita harus jadi pengusaha UMKM yang punya perencanaan, proses produksi, dan distribusinya tertata dengan baik dan profesional,” tegasnya.
Melki mengingatkan agar dana KUR tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Pembiayaan tersebut harus menjadi modal untuk memperbesar kapasitas usaha dan meningkatkan pendapatan.
“Jangan malu untuk saling belajar karena sejatinya uang KUR ini adalah pemicu perubahan di sektor ekonomi,” katanya.
Dorong Produk Lokal NTT
Selain akses permodalan, Gubernur juga mengajak masyarakat memperkuat ekonomi daerah dengan membeli dan menggunakan produk yang dihasilkan pengusaha lokal NTT.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat menggunakan produk lokal, semakin besar pula uang yang berputar di dalam daerah.
“Dengan kita menggunakan produk-produk lokal, maka uang yang kita belanjakan akan kembali berputar di masyarakat NTT.
“Karena itu, mari kita utamakan produk yang dihasilkan oleh pengusaha-pengusaha lokal. Jika UMKM kuat maka masyarakat juga sejahtera,” ujarnya.
Bank NTT Targetkan KUR Rp350 Miliar
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Gubernur Melki Laka Lena, atas kepercayaan kepada Bank NTT untuk kembali mengelola penyaluran KUR bagi masyarakat.












