Dari 23 anggota perintis, berkembang menjadi 97 anggota awal, hingga kini jumlah anggota terus bertambah secara konsisten. Hingga tutup buku 31 Desember 2025, Kopdit Swasti Sari mencatatkan jumlah anggota sebanyak 217.393 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Kepercayaan anggota adalah modal sosial yang paling berharga. Tanpa kepercayaan itu, Swasti Sari tidak akan sampai pada titik ini,” ujar Lambertus.
Kelola Aset Rp1,24 Triliun dan Perluas Jaringan Layanan
Seiring pertumbuhan anggota, kekuatan keuangan Kopdit Swasti Sari juga terus menguat. Saat ini, koperasi tersebut mengelola aset lebih dari Rp.1.248.858.373.570 sebuah lompatan besar dibandingkan modal awal yang hanya jutaan rupiah.
Untuk mendekatkan pelayanan kepada anggota, Kopdit Swasti Sari membangun jaringan layanan di enam provinsi. Di NTT terdapat 23 kantor cabang, tiga kantor di Bali, serta masing-masing satu kantor pelayanan di Surabaya, Mataram, Batam, dan Kalimantan Timur, yang didukung oleh kantor kas dan unit pelayanan lainnya.
Dari yang awalnya tidak memiliki pegawai, kini Kopdit Swasti Sari didukung oleh 564 karyawan. Pada tahun 2026, manajemen juga merencanakan penambahan 112 pegawai baru guna memperkuat kualitas dan jangkauan pelayanan.
Soliditas Internal dan Peneguhan Jati Diri
Dalam refleksinya, Lambertus mengingatkan bahwa tantangan koperasi tidak selalu datang dari luar, tetapi sering muncul dari dalam organisasi.












