Menurut Lambertus, nilai-nilai yang ditanamkan para pendiri itulah yang menjadi fondasi kuat Kopdit Swasti Sari hingga mampu bertahan dan berkembang sampai saat ini.
“Sejak awal, kekuatan Swasti Sari bukan terletak pada besarnya modal, tetapi pada kepercayaan, komitmen, dan semangat saling menolong antaranggota,” katanya.

Pada masa awal berdiri, Kopdit Swasti Sari beranggotakan 97 guru dan pegawai Yayasan Pendidikan Swasti Sari. Dengan keterbatasan ekonomi, mereka menghimpun simpanan pokok sebesar Rp100.000 per orang dan simpanan wajib Rp500 per bulan.
Dari kebersamaan tersebut, terkumpul dana awal sekitar Rp.1.180.500 yang kemudian berkembang menjadi total modal awal sekitar Rp1,8 juta.
Bertumbuh Bersama Kepercayaan Anggota
Lambertus menuturkan bahwa perjalanan Kopdit Swasti Sari tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal, koperasi ini bahkan belum memiliki pegawai dan sarana pendukung yang memadai.
Namun, kepercayaan dan komitmen anggota menjadi kekuatan utama yang menjaga keberlangsungan koperasi.












