KUPANG | BuletinNTT.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menyatakan dua kapal milik Pemerintah Provinsi NTT yang terdampar di pesisir Pantai Alak, Kota Kupang, memang sudah berusia tua dan tidak lagi beroperasi.
“Kapal itu sudah tua sekali dan operasionalnya memang sudah tidak bisa diharapkan maksimal lagi. Selama ini tidak beroperasi karena ada kerusakan-kerusakan, mesin dan sebagainya, sehingga hanya diamankan,” ujarnya, Rabu (04/03/2026).

Kedua kapal tersebut sebelumnya ditambatkan di Pelabuhan Hansisi, Pulau Semau, Kabupaten Kupang. Namun akibat cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi, jangkar kapal dilaporkan terlepas sehingga terbawa arus hingga akhirnya kandas di pesisir Alak.
Johni mengatakan, pemerintah akan melakukan asesmen teknis menyeluruh setelah kondisi cuaca membaik untuk memastikan tingkat kerusakan dan kemungkinan pemanfaatan kembali kapal tersebut.
“Kita cek dulu bagaimana kondisinya sekarang. Apakah masih bisa dimanfaatkan atau memang sudah tidak layak dan dinolkan sebagai aset daerah, nanti kita lihat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa beruntung kapal tidak hanyut lebih jauh ke laut lepas.












