Di sektor kesehatan, Astra mendukung layanan Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta pemberian makanan tambahan bagi balita stunting dan gizi buruk.
Sementara itu, pada bidang pendidikan, generasi muda dibekali kemampuan bahasa Inggris dan pelatihan kepariwisataan guna mencetak pemandu wisata lokal yang siap melayani wisatawan mancanegara.
Di bidang lingkungan, masyarakat bersama Astra aktif melakukan konservasi dan transplantasi terumbu karang, mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Les Grow, serta mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk kebun terpadu di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Tak hanya menjaga kelestarian alam, program tersebut juga memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.
Di sektor ekonomi, Astra turut memperkuat pengembangan garam tradisional yang menjadi identitas Desa Les. Produksi garam yang masih menggunakan metode alami mampu menghasilkan sekitar dua hingga tiga ton setiap musim panen.
Melalui kolaborasi dengan BUMDes Giri Segara dan Pemerintah Provinsi Bali, pemasaran garam kini mencapai sekitar satu ton per bulan dengan nilai ekonomi sekitar Rp25 juta.
Keberhasilan mengelola potensi lokal secara berkelanjutan itu mengantarkan Desa Les meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata.










