KUPANG | BuletinNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong pengembangan energi listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT, Adi N.T. Langga, Kamis (26/3/2026).
Adi menjelaskan, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi terbarukan yang tersedia di NTT, seperti tenaga surya, angin, air, dan biomassa.
Menurutnya, penggunaan EBT memiliki keunggulan besar karena tidak menghasilkan polusi karbon, sehingga berdampak positif terhadap kualitas lingkungan.
“Dengan pemanfaatan energi baru terbarukan, lingkungan menjadi lebih bersih karena emisi karbon bisa ditekan hingga nol,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa ketergantungan terhadap energi fosil tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Selain sumbernya yang terbatas, penggunaan energi fosil juga selama ini bergantung pada subsidi pemerintah.
Ke depan, kata Adi, subsidi energi fosil akan dikurangi. Hal ini membuka peluang bagi pemerintah untuk mengalihkan anggaran tersebut ke sektor-sektor prioritas lainnya.












