“Ini ruang di mana kita melihat wajah pembangunan NTT yang sesungguhnya. Dari setiap stand, kita tidak hanya melihat data, tapi wajah manusia, kerja keras, budaya, dan harapan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan dan budaya.
“Pembangunan tanpa budaya adalah hampa. Budaya tanpa pembangunan bisa kehilangan daya hidup. Keduanya harus sejalan,” tambah Melki.
Transaksi Capai Rp 3,1 Miliar, Pameran Dinilai Sukses Dorong Ekonomi
Ketua Panitia Pameran, Frederik C.P. Koenunu yang juga Kadis Kominfo NTT menyebut, total transaksi selama pameran mencapai Rp 3.146.500.000 dari 250 stand yang berpartisipasi.
“Ini bukan hanya acara seremoni. Pameran ini betul-betul mendatangkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Pengunjung Antusias: “Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Edukasi dan Inspirasi”
Berbagai testimoni pengunjung menguatkan suksesnya acara ini.
Kartona Zero, warga Kupang, menyebut event ini sangat layak dijadikan agenda tahunan.
“Pemprov NTT keren! Harap tahun depan digelar lagi,” ujarnya.
Elvin Rhepe, mahasiswa Undana, mengapresiasi pameran ini sebagai sarana edukasi generasi muda.
“Kami bisa belajar banyak tentang pembangunan, budaya, dan potensi daerah,” kata Elvin.












