KUPANG | BuletinNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan polemik kelulusan enam calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) jalur Panitia Daerah (Panda) Polda NTT yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Sorotan muncul setelah enam peserta yang dinyatakan lulus, yakni Made Alvino Garvin Karang, Dobrimeka Wibowo, Joel Ishak Hamonangan Silalahi, Affandi Hidayat, I Dewa Yoga Krisnanda, dan Chelsea Maudina Ahmadi, disebut berasal dari luar NTT.
Menanggapi hal tersebut, Melki menegaskan seluruh informasi harus diverifikasi sebelum disimpulkan sebagai pelanggaran.
“Perlu diperiksa faktanya dulu baru kita boleh berpendapat,” ujar Melki saat sosialisasi pendidikan di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, sesuai aturan, peserta dari luar daerah tetap dapat mengikuti seleksi melalui Panda Polda NTT apabila memenuhi persyaratan administrasi, termasuk ketentuan domisili yang berlaku.
Ia mengatakan pemerintah daerah bersama DPRD akan melakukan pendalaman, termasuk melalui rapat dengar pendapat dengan pihak kepolisian.










