Jangan Hanya Datang, tetapi Belanja di NTT
Bagi pemerintah, peningkatan kunjungan wisatawan harus diikuti dengan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Karena itu, pengembangan pariwisata diarahkan untuk memperkuat keterlibatan pelaku UMKM, pengelola desa wisata, kelompok sadar wisata, pemandu lokal dan pelaku ekonomi kreatif.
Promosi digital, kalender kegiatan dan event pariwisata menjadi instrumen yang terus dikembangkan untuk menarik wisatawan sekaligus memperpanjang aktivitas ekonomi di destinasi.
Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang, melihat destinasi lalu pulang, tetapi juga berbelanja produk lokal, menggunakan jasa masyarakat, menikmati kuliner lokal dan membeli produk ekonomi kreatif NTT.
Pariwisata dan Budaya Harus Berjalan Bersama
Pengembangan pariwisata NTT juga tidak dilepaskan dari kekayaan budaya daerah.
Hingga 2025, tercatat 479 sanggar seni aktif yang mengembangkan berbagai kekayaan budaya, mulai dari tari, musik daerah, tenun ikat, arsitektur tradisional, rumah adat, situs megalitik hingga warisan budaya lainnya.
Kekayaan tersebut menjadi bagian dari daya tarik wisata sekaligus ruang ekonomi bagi masyarakat.
Pemerintah ingin memastikan pengembangan pariwisata tidak menghilangkan identitas lokal. Sebaliknya, budaya dan kreativitas masyarakat harus menjadi kekuatan yang memperkuat daya saing destinasi NTT.










