KUPANG | BuletinNTT.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan sektor pariwisata harus menjadi salah satu kekuatan utama penggerak ekonomi masyarakat NTT.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Melki dalam pidato pembangunan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula dr. Hendrik Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kupang, Sabtu (15/08/2026).
Dalam arah pembangunan melalui konsep Dasa Cita, pariwisata ditempatkan pada Desa Cita Ketiga: “Wisata NTT, Penggerak Ekonomi Lokal.”

Menurut Gubernur, pariwisata tidak boleh hanya dipandang sebagai sektor kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, pariwisata harus mampu menciptakan perputaran ekonomi dan membuka ruang usaha bagi masyarakat di sekitar destinasi.
Pemerintah Provinsi NTT karena itu terus memperkuat destinasi wisata, promosi, penyelenggaraan event, ekonomi kreatif serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Pariwisata harus memberi dampak langsung kepada masyarakat,” menjadi salah satu arah penting pembangunan yang ditekankan dalam konsep tersebut.
Potensi Wisata NTT Sangat Besar
NTT memiliki modal pariwisata yang sangat besar. Saat ini tercatat lebih dari 1.600 daya tarik wisata, lebih dari 300 destinasi bahari, serta 534 desa wisata. Labuan Bajo juga terus diperkuat sebagai salah satu destinasi prioritas super premium di Indonesia.
Besarnya potensi tersebut terlihat dari kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah. Pada 2025, sektor pariwisata disebut memberikan kontribusi sekitar 7,71 persen terhadap PDRB NTT.
Jumlah kunjungan wisatawan pun mengalami peningkatan.
Pada 2024, kunjungan wisatawan tercatat sekitar 1,56 juta orang. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 1,84 juta orang pada 2025.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 472 ribu merupakan wisatawan mancanegara, sedangkan sekitar 1,37 juta merupakan wisatawan nusantara.










