Hadir pula perwakilan Kantor Kementerian Agama, pimpinan aras gereja, serta pimpinan gereja-gereja sahabat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas lembaga dan lintas denominasi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Gereja Hadir di Tengah Duka Flores
Bagi Sinode GBI, kepedulian terhadap korban gempa merupakan bagian dari panggilan gereja untuk menghadirkan kasih melalui tindakan nyata.
Pelayanan gereja, kata Rubin, tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan di dalam gedung gereja, tetapi juga melalui kehadiran di tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Ketika saudara kita berduka, kita hadir. Ketika mereka membutuhkan pertolongan, kita bergerak. Karena kasih Kristus mendorong kita untuk saling menanggung beban,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Sinode GBI untuk terus mendoakan masyarakat Flores agar diberikan kekuatan, pemulihan, dan keteguhan dalam menghadapi situasi pascabencana.
“Kiranya bantuan ini menjadi berkat dan tanda bahwa mereka tidak berjalan sendirian. GBI hadir, GBI peduli, dan GBI bersama saudara-saudara kita di Flores,” ujar Rubin.
Donasi tahap II sebesar Rp827.942.000
“Delapan ratus dua puluh tujuh juta sembilan ratus empat puluh dua ribu rupiah.” tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan pascabencana.










