
Kehadiran Bunda Literasi Provinsi NTT dan Bunda Literasi Kabupaten Sikka sekaligus menegaskan bahwa pemulihan pasca gempa tidak hanya soal bantuan logistik. Mental anak, keberlanjutan pendidikan dan masa depan mereka juga harus dijaga.
Sementara itu, Ny. Fista Sambuari Kago mendorong agar kegiatan literasi, sains dan trauma healing dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik pengungsian di Kabupaten Sikka.
Menurutnya, anak-anak tetap membutuhkan ruang aman untuk belajar, bermain dan bergembira meskipun aktivitas mereka terganggu akibat bencana.
“Kegiatan literasi, sains dan trauma healing ini penting agar anak-anak tetap mendapatkan ruang untuk belajar, bermain dan bergembira. Di tengah kondisi pengungsian, mereka harus tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.
Kunjungan Bunda NTT dan Bunda Sikka juga memperkuat sinergi TP PKK Provinsi NTT, TP PKK Kabupaten Sikka dan pemerintah daerah dalam mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
Di tengah tenda pengungsian, pesan yang dibawa sederhana namun penting: anak-anak korban gempa tidak boleh kehilangan hak untuk belajar, bermain, pulih dan menatap masa depan.










