KUPANG | BuletinNTT.com — Pelayanan KSP Kopdit Swasti Sari kembali menjadi sorotan setelah ketegangan terjadi di Kantor Cabang Utama (KCU), Selasa (13/10/2026).
Sejumlah anggota yang hendak melakukan transaksi, terutama penarikan dana, memprotes terhentinya pelayanan. Mereka meminta kepastian pengelolaan koperasi dan pencairan dana.
Situasi ini terjadi sehari setelah General Manager (GM) definitif KSP Kopdit Swasti Sari, Imelda Anin, S.AB, kembali masuk kantor pada Senin (12/10/2026).
Menurut informasi yang dihimpun, kehadiran Imelda saat itu memungkinkan pelayanan operasional kembali berjalan, termasuk proses pencairan dana anggota.
Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Pada Selasa pagi, Imelda bersama jajaran Manajemen Eksekutif Pusat dilaporkan kembali meninggalkan kantor setelah terjadi pengusiran oleh kelompok yang dikaitkan dengan RALB.
Peristiwa itu kembali memicu ketidakpuasan anggota. Mereka menilai konflik kepengurusan tidak seharusnya menghambat pelayanan dan kebutuhan transaksi keuangan.
Sebelumnya, pelayanan koperasi dilaporkan mengalami gangguan selama kurang lebih dua minggu akibat konflik penguasaan kantor dan kepengurusan.
Pernyataan soal Pembakaran Kantor Picu Kemarahan
Ketegangan semakin meningkat ketika anggota berhadapan dengan pihak yang disebut sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wakil General Manager versi RALB.












